Kiebesi.com- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) fokus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pembangunan tetap berjalan optimal.

Langkah tersebut optimalisasi PAD itu sehubungan adanya Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang di pangkas pemerintah pusat.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Selatan, Muhammad Nur mengatakan, di 2026 nantinya TKD diperkirakan tersisa Rp 1,2 triliun, setelah pemangkasan sebesar 29 persen dari TKD 2025 yang sebesar Rp 1,7 triliun.

“Walau ada pemangkasan, kita tetap memaksimalkan PAD agar pembangunan tidak terganggu,”kata Nur, Rabu (8/10/2025).

Bahkan Nur menjelaskan, TKD terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH), dengan kemungkinan pemangkasan terbesar pada DAK.

Selain itu ia menyatakan, untuk mengimbangi pengurangan dana, PAD tahun 2026 dirancang naik dari Rp,215 miliar menjadi Rp 250 miliar.

Nur juga menekankan pentingnya inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penyumbang PAD.

“OPD harus kreatif dan efektif agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,”tegas Nur.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Halmahera Selatan menjaga pembangunan dan pelayanan publik, meski menghadapi tantangan anggaran dari pemerintah pusat.

Oleh : Kiebesi.com
Editor
Oleh : Kiebesi.com
Reporter