Kiebesi.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) luncurkan 44 proyek dalam membangun kemajuan Halmahera Selatan.
44 proyek tersebut digagas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.
Langkah itu disebut sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan bertakjuk pembangunan Halmahera Selatan itu berlangsung di Aula Kantor Bupati, Senin (20/7/2026).
44 paket tersebut 4 diantaranya, mencakup empat Proyek Perubahan PKN yakni, proyek perubahan menuju tata kelola yang adaptif dan berdampak serta 40 aksi perubahan PKA dengan tema “Membentuk Pemimpin Adaptif, Kolaboratif, Inovatif, dan Berdampak”.
Empat proyek perubahan PKN tersebut digagas Kepala Dinas Sosial, Hi. Fadjri Subhi Kambey yang meliputi Siaga Satu dan Saruma Cerdas dicetuskan Kepala Dinas Pendidikan, Sity Khodijah serta Sipandai merupakan ide dari Kepala Dinas Kominfo, Sutego.
Sementara gagasan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Noce Totononu adalah Sport Saruma.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan, proyek-proyek perubahan yang dilahirkan para peserta tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran semata. Namun, harus diwujudkan menjadi inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Hari ini kita menyaksikan launching proyek perubahan dari empat peserta PKN dan sekitar 40 peserta PKA. Saya berharap seluruh inovasi ini dapat dituntaskan dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat dan dampak besar bagi masyarakat Halmahera Selatan,” kata Bassam saat sambutan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping, mentor dan narasumber yang telah membimbing peserta hingga mampu menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan melahirkan berbagai inovasi.
Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui aparatur sipil negara yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat berinovasi. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus menjadi agenda berkelanjutan pemerintah daerah.
“Lahirnya 44 proyek perubahan ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk membangun birokrasi yang semakin adaptif, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi, sistem, maupun kebijakan yang lebih baik,” tuturnya.
Bassam juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka kesempatan bagi ASN mengikuti PKN maupun PKA setiap tahun melalui dukungan anggaran pemerintah daerah.
Bahkan orang nomor satu di bumi Saruma itu mengakatan, pelatihan kepemimpinan bukan sekadar syarat jenjang karier, tetapi wadah mencetak pemimpin birokrasi yang mampu membawa perubahan.
“Saya berkomitmen setiap tahun pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran agar ASN memiliki kesempatan mengikuti PKN maupun PKA. Yang kami butuhkan adalah ASN yang mau belajar, memiliki kompetensi, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” tegasnya.
Selain itu ia menekankan pentingnya sistem birokrasi di Halmahera Selatan dibangun secara terbuka, profesional dan berbasis kompetensi, bukan atas dasar kedekatan ataupun kepentingan tertentu.
“Setiap jabatan yang diemban ASN merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Allah SWT,” pungkasnya.




